Alergi Terhadap Susu

Alergi Terhadap Susu

Alergi Terhadap Susu

Alergi susu adalah alergi yang paling banyak dialami oleh anak-anak ataupun dewasa saat ini, alergi susu adalah bentuk respon alami dari sistem imun terhadap susu dan makanan olahan dari susu, umumnya alergi susu hanya pada susu yang berasal dari hewani yaitu susu sapi, domba, kambing dan semua jenis susu hewan. Alergi terhadap susu termasuk alergi yang cepat memberi reaksi kepada penderitanya, hanya selang beberapa menit setelah mengkonsumsi susu langsung reaksi alergi muncul baik itu muntah, ruam dan lain-lain.

Penyebab Alergi Susu

Terdapat dua kandungan pada susu hewani yang menyebabkan alergi susu pada penderita, zat tersebut adalah kasein dan whey. Whey ditemukan pada susu cair atau susu kental, kasein terdapat pada susu yang sudah pada seperti susu bubuk dan segala olahannya.

Dua zat tersebut tersebut lah yang dianggap oleh tubuh sebagai ancaman yang masuk kedalam tubuh sehingga sistem kekebalan tubuh memproduksi antibodi immunoglobulin E untuk menetralkan zat yang dianggap asing itu. Karena proses tersebutlah tubuh mengeluarkan histamine dan beberapa zat kimia lainnya yang menyebabkan muntah, ruam, diare dan beberapa gejala alergi lainnya.

Gejala Alergi Susu

Setiap orang akan memiliki reaksi berbeda-beda terhadap alergi susu ada yang beberapa menit langsung muncul ada juga yang berjam-jam. Kenali beberapa gejala dari alergi susu sebagai berikut ini :

·      Sakit perut / kram

·      Hidung berair seperti ingus tapi bening dan cair

·      Mata berair

·      Diare mual dan muntah

·      Ruam dan gatal di area mulut

·      Munculnya kolik pada bayi, bayi juga akan merasa gelisah dan menangis dalam waktu yang lama.

·     Anafilaksis adalah suatu reaksi alergi parah yang menyebabkan saluran pernapasan menyempit dan hal ini dapat menyebabkan kematian pada penderita alergi.

Apabila menemukan penderita alergi yang melangalami anafilaksis dengan gejala muka merah dan gatal-gatal sekujur tubuh, ditambah lagi dengan gangguan pernapasan sering juga dengan penurunan tekanan darah yang dapat menyebabkan syok apa bila mengalami hal tersebut segera harus mendapat pertolongan medis untuk menghindari kematian.



Read More
Ablasi Retina

Ablasi Retina

Ablasi retina yaitu kondisi dimana lapisan tipis yang terdapat dibahagian mata dan terlepas dari pembuluh darah yang membawa oksigen dan nutrisi pentinglainnya. Retina mata anda berfungsi untuk menangkap cayaha yang masuk dan memprosesnya sehingga kita bisa meliat segala bentuk dan warna.
Ada beberapa penyebab ablasi retina namun paling umum adalah penuan dan kasus ini sering terjadi pada lansia dengan rentan umur 60-70 tahun. Hal ini tidak semerta-merta terjadi pada orang dengan usia lanjut pada dewasa atau anak-anak juga dapat terjadi ablasi retina, namun biasanya hanya pada mereka yang pernah mengalami trauma pada mata.
Ablasi retina terjadi hanya pada sebelah mata saja, perlu penanganan serius untuk menghindari resiko buta permanet.

Gejala Ablasi Retina Mata

Ablasi terjadi bisa terjadi tiba-tiba, tekadang ada beberapa gejala awa yang dapat anda rasakan yang menandakan itu adalah ablasi retina mata, umumnya jika terlepas retina mata dari lapisan belakang mata akan terasa sakit, segera hubungi dokter apabila anda mengalami beberapa gejala berikut ini:

·     Penglihatan tiba-tiba kabur tanpa ada sebab yang jelas.
·     Muncul efek seperti sarang laba-laba pada pandangan.
·     Munculnya floaters pada mata secara tiba-tiba, atau bintik-bintik hitam pada pandangan.
·     Muncul kilatan cahaya pada mata dan munculnya dengan kecepatan tinggi.
·     Penglihatan mata bagian samping berkurang dan tertutup seperti bayangan tirai.

Penyebab Ablasi Retina Mata

Ablasi retina terjadi karena terdapat robekan halus didalam retina mata, sehingga cairan bagian tengah bola mata (vitreus) bocor dan masuk kedalam celah andata retina mata dengan lapisan belakang retina. Vitreus akan menumpuk dan menyebabkan lapisan retina mata terlepas dari posisinya. Berikut adalah beberapa penyebab robekan halus pada retina mata :

  • Retina yang rapuh dan tipis akibat penuaan.
  • Diabetes juga ambil bagian terjadinya sobekan tersebut.
  • Cidera pada mata, dan berkurangnya cairan vitreus karena proses produksi vitreus yang terganggu, hal ini menyebabkannya mengerut, sehingga membuat retina tidak berada pada posisinya dan menyebabkan robekan.
  • Pernah terjadi ablasi retina sebelumnya.
  • Ablasi retina juga pada beberapa kasus bawaan dari keturunan, resiko ablasi retina akan lebih besar pada mereka yang memiliki anggota keluarga yang mengalami ablasi retina.
  • Penderita miopia atau rabun jauh yang sangat parah atau pernah mengalami radang mata atau infeksi pada mata.

Diagnosis Ablasi Retina Mata

Untuk mendiagnosis ablasi mata harus dilakukan oleh dokter spesialis mata, karena pasien yang memiliki gejala ablasi retina mata, berikut adalah langkah pemeriksaan yang bisa dilakukan oleh dokter spesialis mata untuk mengetahui apa benar ablasi retina atau bukan:
  • Pemerisaan bagian dalam bola mata. Pemeriksaan ini dilakukan dengan cara menggunakan alat medis yang bernama oftalmoskop atau slitlamp.
  • Uji pencitraan dengan ultrasound. Jika pemeriksaan telah dilakukan dengan cara diatas belum berhasil metode ini sering di pilih oleh para dokter mata.

Pengobatan Ablasi Retina Mata

Penangan yang dapat dilakukan pada penderita ablasi retina yang belum parah atau belum terlepas adalah dengan melakukan pembedahan dan pembekuan kedua hal itu hanya dapat dilakukan oleh dokter mata yaitu dengan:
  • Kriopeksi, yaitu pembekuan yang dilakukan pada robekan retina dan menimbulkan seperti bekas luka yang membuat retina dapat menempel pada diding mata.
  • Fotokoagulas, adalah pembedahan dengan menggunakan laser, sama dengan pembekuan yaitu tujuannya adalah dengan membuat bekas luka agar retina dapat menempel pada dinding mata, dengan menggunakan sinar laser untuk membakar jaringan sekitar robekan retina mata sehingga terjadinya bekas luka.
  • Namun jika retina telah terlanjur terlepas dari posisinya maka diperlukan tindakan pembedahan. Berikut pembedahan yang umum dilakukan oleh para dokter ahli mata dalam penanganan ablasi retina:
  • Pneumatic retinopexy , dengan menginjeksi sedikit gelembung gas kedalam mata yang akan menekan retina kembali pada posisinya, penanganan seperti ini sering dilakukan oleh dokter spesialis mata dimana retina yang terlepas belum parah.
  • Vitrektomi, pembedahan semacam ini yaitu cairan vitreus yang ada didalam mata akan di sedot dan digantikan dengan silicon atau gas agar posisi retina kembali pada posisi normal.
  • Scleral buckling, tindakan ini adalah dengan menjahit karet silicon atau spons di sklera mata yaitu luar bagian putih mata, hal tersebut membuat putih mata tertekan dan retina bisa menempel kembali pada dinding bahagian belakang mata.

Pencegahan Ablasi Retina Mata

Ablasi retina mata dapat dicegah dengan melakukan beberapa hal berikut ini :
  • Periksa mata secara rutin paling tidak setahun sekali.
  • Kadar gula darah dan tekanan darah yang stabil dan sehat akan membuat pembuluh darah ke retina tepat sehat untuk itu gaya hidup sehat sangat dianjurkan.
  • Pada saat melakukan aktifitas yang beresiku selalu gunakan pelindung mata.
  • Apabila ada keluhan pada mata anda segera hubungi dokter spesialis mata untuk mendiagnosisnya.
Read More
Penyakit Tifus

Penyakit Tifus

Tipes adalah penyakit yang diakibatkan oleh infeksi bakteri Salmonella typhi yang menyebabkan demam tifoid. Tipes sangat mudah menular kepada orang lain, penularan tipes terjadi karena mengkonsumsi makanan dan minuman yang telah terkontaminasi dengan bakteri Salmonella typhi dan juga dapat menyebar melalui tinja dan urine yang terinfeksi bakteri ini. Di indonesia penyakit ini masih sangat sering terjadi karena masalah sanitasi dan air bersih adalah penyebab utamanya. Tidak jarang juga terjadi pada anak-anak dengan daya tahan tubuh yang rendah. Bakteri Salmonella typhi begitu mudah menyebar baik di kamar mandi atau sungai dan tempat-tempat lainnya yang tidak bersih dan terkontaminasi bakteri.



Gejala Tifus


Gejala tipes timbul berbeda-beda disetiap penderita paling cepat 3 hari dan paling lama 30 hari. Namun umumnya masa inkubasi penyebab tipes 7 sampai 14 hari masa ini adalah rentang waktu dari pertama bakteri masuk ke tubuh sampai gejala dari penyakit tipes muncul. Dalam perawatan intensif penderita dapat sembuh dalam waktu 3-5 hari namun jika tak di tangani dengan baik kondisi penderita tipes akan memburuk dalam beberapa minggu bahkan dapat meninggal, dalam beberapa kasus butuh waktu hingga sebulan agar tubuh dapat sembuh total bahkan jika terlalu lama masa penyembuhannya dapat menyebabkan komplikasi, dan dipastikan gejala tipes akan timbul lagi dalam beberapa waktu kedepan karena pengobatan yang tidak tuntas.
Kenali beberapa gejala bahwa anda telah terinfeksi bakteri Salmonella typhi :
  • Demam yang dirasakan terus meningkat dari hari pertama dirasakan dan demam tinggi akan terjadi pada malam hari.
  • Otot-otot akan terasa sakit dan nyeri, juga terasa nyeri pada jari tangan jari kaki dan kulit terasa seperti terbakar bila disentuh.
  • Badan terasa meriang, dan keringat dingin.
  • Sakit Kepala, pusing dan linglung.
  • Pembesaran ginjal dan hati.
  • Kelelahan dan lemas yang sangat-sangat.
  • Penurunan berat badan dan kehilangan nafsu makan.
  • Batuk kering dan juga mulut tergorokan terasa sakit.
  • Diare dan pada anak-anak lebih besar kemungkinannya, pada orang dewasa juga ada yang diare namun lebih sering mengalami konstipasi.
  • Muncul ruam pada kulit berupa bintik-bintik merah.

Jika muncul gejala seperti yang telah disebutkan diatas segera hubungi dokter untuk mendapakan perawatan dan pemeriksaan lebih lanjut untuk menghindari resiko yang lebih parah karena tipes yang tidak segera mendapat penanganan tepat akan berkembang dari minggu keminggu hingga apabila daya tahan tubuh tidak dapat menghalau perkembangbiakan bakteri Salmonella typhi akan terus menggrogoti tubuh penderita, berikut tahap gejala yang akan dialami oleh penderita dari minggu ke minggu :
  • Gejala awal yang perlu diwaspadai adalah suhu tubuh pederita, pada saat ini demam bisa naik turun dan suhu tubuh penderita bisa meningkat hingga 39°C-40°C juga disertai dengan sakit kepala, lemas dan meriang batuk kering dan pada beberapa kasus ada yang mengalami mimisan.
  • Pada tahap berikutnya yaitu minggu kedua apabila belum ada penanganan penderita akan mengalami demam tinggi dan merasa sangat panas pada bagian perut dan dada, mengigau dan linglung setera diare yang parah dengan tinja yang berwarna hijau atau kehitaman. Kembung yang luar biasa akibat pembengkakan hati dan empedu.
  • Pada minggu ketiga masih belum dilakukan penanganan penderita akan mengalami komplikasi pendarahan pada usus dan pecah usus.
  • Diminggu ke empat suhu tubuh akan turuh namun gejala lain akan muncul seperti hilang kesadaran, mengigau, dan sangat lemas hanya dapat berbaring, namun bila belum ditangani juga gejala akan muncul lagi dalam 2 minggu kedepan. namun ada beberapa kasus gejala seperti diatas muncul lebih cepat atau lebih lambat.

Penyebab Tipes


Di indonesia umumnya penyebaran tipes atau bakteri Salmonella typhi karena buruknya sanitasi dan berkaitan dengan air bersih. Masuk ke tubuh manusia melalui minuman dan  makanan yang terkontaminasi oleh bakteri tersebut, dan berkembang biak didalam saluran penecernaan yang dapat menyebabkan penderita demam, dakit perut dan diare.
Beberapa keadaan penyebab bakteri Salmonella typhi menular:
  • Mandi di air sungai atau kolam dan danau yang telah terkontaminasi dengan tinja dan kencing yang telah terinfeksi bakteri Salmonella typhi.
  • Mengkonsumsi seafood dari air yang terkontaminasi kecing dan tinja yang terinfeksi.
  • Mengkonsumsi sayur yang menggunakan pupuk dari tinja manusia yang terinfeksi.
  • Menggunakan toilet yang digunakan oleh pengidap tipes.
  • Melakukan oral sex dengan pengidap tipes.
  • Mengkonsumsi makanan yang telah disentuh oleh penderita yang tidak mencuci tangan.

Diagnosis Penyakit Tipes


Saat ini untuk mengdiagnosis penyakit tipes dapat dilakukan dengan beberapa cara  yaitu widal, tubex dan tes imunologi. umumnya di indonesia menggunakan pemeriksaan widal atau uji serologi untuk mendeteksi bakteri salmonella. Untuk menentukan hasil tes widal harus hati-hati karena Indonesia adalah negara endemis penyakit tipes. Rata-rata orang Indonesia pernah terpapar bakteri salmonella thyohosa, namun secara alami tubuh membentuk antibody untuk menghalau bakteri ini.  Dikarenakan oleh itu tes widal yang dilakukan akan mendapat hasil positif, namun sebenarnya hasil tes tersebut salah.
Selain tes widal diagnosis dapat dilakukan dengan memeriksa sampel darah, tinja atau urine di laboratorium atau rumah sakit, perlu diperhatikan apabila salah satu anggota keluarga mengidap tipes ada baiknya anggota keluarga lain untuk melakukan cek agar dapat mendeteksi dini kemungkinan penularan.

Pengobatan Penyakit Tipes


Yang paling utama dilakukan disaat penderita demam tinggi adalah menurunkan demam terlebih dahulu anda dapat memberikan obat penurun demam. Setelah itu terapi antibiotik perlu dilakukan karena cara paling efektif menyembuhkan tipes adalah dengan antibiotik, namun perlu melakukan tes terhadap darah, urine dan tinja untuk mengetahui antibiotik apa yang cocok diberikan.

Perwaratan dirumah sakit dianjurkan bagi penderita yang sudah mengalami muntah dan diare parah atau sudah mengalami komplikasi, perawatan dirumah sakit akan diberi antibiotik dan juga di barenging dengan obat anti mual dan kembung, dan sudah pasti akan di infus untuk menjegah dehidrasi akibat diare. Biasaynya dalam perawatan dirumah sakit pasien tipes akan membaik dalam waktu 3-5 hari, namun bukan sembuh total diperlukan perawatan jalan sampai dua minggu pasca infeksi.
Apabila terdeteksi dini perawatan dapat dilakukan rawat jalan dengan mengkonsumsi antibiotik yang diberikan oleh dokter dan juga di barengi dengan obat lain sesuai untuk keluhan yang diderita.
Namum bila keadaan tidak membaik dalam 3-5 hari segeralah menghubungi dokter kembali.
Jika penderita sudah sembuh perlu melakukan beberapa hal berikut untuk mencegah tipes kambuh kembali:
  • Istirahat yang cukup agar mengembalikan stamina.
  • Makan yang teratur dan juga lebih baik makan sering dengan jumlah yang sedikit.
  • Hal yang tak kalah penting adalah mengkonsumsi air putih yang banyak.
  • Jaga kebersihan diri dan rumah, cuci tangan teratur dengan sabun atau handsoap untuk menghindari penyebaran infeksi.

Perlu diketahui beberapa kasus pengidap tipes yang sudah pulih namun bakteri Salmonella typhi masih berada dalam usus penderita dalam waktu cukup lama bahkan sampai bertahun-tahun  namun tidak menunjukan gejala sedikitpun. Dan mereka akan membawa bakteri ini dan menginfeksi orang lain melalui tinja mereka. Untuk itu bagi anda yang sudah pernah terjangkit tipes untuk selalu memperhatikan kebersihan ditempat anda buang air, dan juga hindari bekerja ditempat yang beresiko dapat menyebarkan bakteri ini.
Bagi anda yang pernah mengidap tipes juga perlu untuk selalu menjaga daya tahan tubuh anda dalam keadaan baik agak tipes tidak kambuh lagi.
Ada baiknya setelah sembuh dari sakit anda memeriksa kembali ke lab untuk memastikan bakteri Salmonella typhi tidak ada lagi dalam tubuh anda, apabila masih terdapat bakteri ini anda disarankan untuk menjalani terapi antibiotic selam 28 hari untuk membunuh bakteri ini secara tuntas.

Pencegahan  Tifus


Vaksinasi adalah cara paling mudah untuk mencegah tipes, vaksinasi tipes sebaiknya dilakukan pada anak usia 2 tahun dan kembali dilakukan vaksinasi pada umur 5 tahun, atau pun vaksinasi tipes dapat dilakukan disaat sedang musim terjangkitnya tipes atau saat berkunjung ketempat yang sering terinfeksi tifus.
Namun vaksinasi juga memiliki efek samping dan efek samping dari vaksin tifus hanya dirasakan dalam waktu singkat yaitu beberapa saat setelah pemberian vaksin, reaksi yang dirasakan adalah :
  • Mual dan muntah
  • Pusing
  • Sakit perut
  • Diare
  • Sakit dan bengkak sekitar area suntikan vaksin

Perlu diketahui juga walau sudah melakukan vaksinasi bukan semerta-merta membuat orang yang divaksin kebal 100% dari bakteri Salmonella typhi, namun reasi yang dialami tak separah mereka yang belum melakukan vaksinasi.

Pencegah tipes lainnya selain vaksinasi.


Gaya hidup sehat juga menjadi faktor yang dapat dilakukan untuk mencegah tipes berikut langkah-langkah yang dapat dilakukan untuk terhindar dari penularan bakteri tipes:
  • Setiap anda mengolah makanan cucilah tangan anda dengan sabun anti bakteri dan juga setelah melakukan buang air besar.
  • Pastikan air yang anda konsumsi selalu bebas dari bakteri yaitu dengan merebusnya.
  • Hindari membeli makanan ditempat terbuka atau kebersihannya kurang, karena mudah terpapar oleh bakteri Salmonella typhi.
  • Hindari konsumsi buah atau sayur mentah, kecuali anda mencuci dan ngeupasnya sendiri.
  • Hindari makan makanan seefood apa lagi yang masih mentah.
  • Jagalah kebersihan kamar mandi, dan hindari menggunakan barang pribadi orang lain.
  • Hindari kontak dengan hewan yang dapat menyebar bakteri tipes.
Read More
Penyakit Diabetes Melitus

Penyakit Diabetes Melitus

Diabetes sudah tidak asing lagi di telinga kita penyakit ini juga sering disebut dengan nama kencing manis, darah manis atau  DM berikut ini adalah pembahasan lengkap tentang penyakit diabetes melitus.
Diabetes melitus adalah penyakit yang tingginya kadar gula darah yang disebabkan kelainan metabolik yang disebabkan oleh beberapa faktor  seperti kurangnya insulin karena tubuh yang tidak mampu memanfaatkan insulin dengan simtoma berupa hiperglikemia kronis dan juga beberapa gangguan lain seperti metabolisme karbohidrat lemak dan protein yang tidak berkerja semestinya.


Perbedaan Glukosa dengan gula biasa


Pasti apabila penderita diabetes tidak asing lagi dengan yang namanya glukosa, namun sering salah kaprah di kalangan masyarakat yang menggangap glukosa sama dengan gula yang di konsumsi sehari-hari, Pada dasarnya glukosa adalah karbohidrat alamiah yang dibutuhkan oleh tubuh manusia sebagai sumber energi.
Sedangkan gula dapur yang sering kita gunakan adalah sukrosa, sukrosa adalah suatu disakarida yang dibentuk dari monomer-monomernya yang berupa unit glukosa dan fruktosa jadi salah apabila menyebutkan glukosa adalah gula dapur yang sering kita gunakan.

Kadar glukosa tinggi dapat ditemukan pada beberapa buah-buahan tertentu dan juga tidak tertinggal pada minuman ringan pada minuman ringan kandungan glukosa sangat tinggi dan juga pada makanan yang menggunakan pemanis buatan.
Namun perlu diperhatikan juga sukrosa sangat mudah berubah menjadi glukosa, jadi ada baiknya untuk penderita diabetes jangan mengkonsumsi gula berlebihan baik menggunkanan pemanis seperti gula aren dan gula jawa.

Tipe-tipe penyakit  diabetes mellitus


Diabetes dibagi menjadi beberapa bagian yaitu:

Diabetes tipe 1 adalah diabetes melitus yang timbul pada usia sebelum 3 tahun dan dibutuhkan perawatan khusus dengan pemberian insulin dari luar tubuh untuk keberlangsungan hidup penderita, penderita diabetes tipe satu tidak dapat dicegah dan juga disembuhkan untuk saat ini. Penderita harus selalu berada dalam kontrol para medis ataupun selalu rutin melakunan injeksi insulin dan pemeriksaan rutin terhadap kadar gula darahnya. Namun juga penderita dapat melakukan segala aktifitas seperti biasa selama penderita berada dalam keadaan sadar penuh, penderita juga disarankan untuk diet dan olahraga seperti biasa walaupun diet dan olahraga tidak akan menyembuhkannya.

Diabetes tipe II adalah adalah diabetes yang diderita oleh pasien umur diatas 30 tahun dan DM tipe II adalah paling banyak diderita saat ini karena banyak faktor penyebab  diabetes tipe dua ini dan paling utama adalah gaya hidup yang semakin tidak sehat, kurangnya aktifitas fisik, lingkungan, obesitas, genetik ras dan etnis tertentu, namun untuk diabetes tipe dua tidak tergantung pada injeksi insulin dari luar tubuh hanya pada keadaan tertentu saja diberikan insulin dari luar, dengan merubah gaya hidup sehat dan olahraga yang teratur diabetes tipe dua dapat disembuhkan. dan juga kencing manis tipe dua ini sering tak disadari oleh penderita karena tanpa ada gejala yang pasti sebelum melakukan dianosis.

Diabetes Melitus tipe III atau ( Diabetes Melitus Gestasional ) diabetes tipe tiga ini hanya terjadi pada ibu hamil, dan setelah melahirkan akan sembuh dengan sendirinya, kencing manis tipe tiga ini dapat disembuhkan namun perlu pengawasan medis yang teliti selama masa kehamilan karena akan berakibat buruk pada janin dan ibu. Resiko yang dialami oleh janin meluputi berat bayi diatas normal, penyakit jantung bawaan, kelainan pada sistem saraf pusat dan cacat otot rangka dan juga dapat mengakibatkan gangguan pernapasan dan kerusakan sel darah merah dan dapat menyebabkan kematian pada janin dan ibu.

Tanda dan gejala diabetes


Gelaja dan tanda-tanda sakit diabetes terbagi jadi dua tipe yaitu pada penderita DM tipe 1 dan penderita DM tipe 2 namun gejalanya umumnya adalah :
· Rasio buang air kecil lebih sering, terutama pada malam hari walaupun kondisi penderita berada dalam keadaan tidur lelap.
·      Lebih sering merasa haus walau sudah minum berkali-kali.
·      Rasa lapar yang lebih sering dari pada biasanya.
·      Cepat lelah.
·      Berkurangnya massa otot.
·      Berat badan turun secara draktis tanpa ada sebab yang jelas.
·      Luka yang susah disembuhkan dan juga rentan terhadap infeksi.
·      Menurunnya jarak pandang atau rabun.
Segera mungkin konsultasi dengan dokter apabila anda mengalami gejala seperti diatas agar segera dapat diagnosis dan pengobatan dapat dilakukan secepat mungkin untuk menghindari komplikasi yang terjadi.

Komplikasi Diabestes Mellitus


Diabetes yang tidak terdeteksi dan pengobatan yang kurang tepat dapat menyebabkan beberapa komplikasi pada penderita, diantaranya adalah :
·      Gagal ginjal kronis.
·      Kerusakan retina dan menyebabkan kebutaan.
· Kerusakan pada saraf dan pembuluh darah yang dapat menyebabkan impotensi dan gangren yang dapat berakibat fatal yaitu amputasi organ.
·      Komplikasi pada beberapa organ dan fungsi terganggu.
·      Penurunan kualitas seksual.
·      Dan juga dapat meninggal karena penderita mengalami penyakit kardiovaskuler.

Cara Mencegah dan Mengobati Diabetes Melitus


Ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk mencegah dan pengendalian diabetes tipe II.
  • Makan makanan sehat dan seimbang jika mengkonsumsi makanan diluar batas diet maka kadar gula dalam darah akan meningkat.
  • Olahraga yang teratur sangat dianjurkan, karena dengan olahraga akan membakar kadar gula dalam darah.
  • Pada perokok resikonya lebih besar karena merokok dapat meningkatkan resiko terjadi penyakit kardiovaskular pada pengidap diabetes.
  • Pengobatan dan edukasi, setiap individu sangat memerlukan edukasi tentang diabetes mellitus sangat penting mengingat diabetes tidak dapat disembuhkan namun dapat dilakukan pengendalian yang harus dilakukan seumur hidup. Pengobatan dilakukan jika diperlukan karena dengan mengkonsumsi obat-obatan untuk menurunkan kadar gula darah bukan berarti penderita sembuh dari diabetes. karena apabila kadar gula darah terlalu sedikit juga akan berakibat fatal pada penderita ada baiknya untuk selalu konsultasi dengan dokter anda.

Obat Untuk Diabetes Mellitus Tipe II

Apabila sudah melakukan pola hidup sehat dan juga olahraga teratur namum kadang-kadang kadar gula dalam darah juga belum bisa terkendali penderita DM dapat mengkonsumsi beberapa obat diabetes untuk mengontrol kadar gula darah, berikut adalah beberapa obat yang sering digunakan untuk penderita kencing manis.

  • Obat Metformin adalah untuk mengurangi kadar gula dalam darah, obat ini berkerja dengan cara mengurangi kadar gula darah yang berasal dari hati dan membuat tubuh lebih responsif terhadap insulin. obat ini sering dipilih oleh dokter sebagai pengobatan utama bagi penderita kecing manis tipe dua, Metformin sering digunakan karena efek samping yang diakibatkan tidak terlalu berbahaya biasanya hanya efek samping ringan seperti mual dan diare, namun obat ini sangat tidak dianjurkan bagi penderita yang mengalami masalah dengan ginjanya. Merformin juga tidak menyebabkan kenaikan berat berat badan jadi sangat aman digunakan bagi penderita yang obesitas.
  • Obat sulfoniluera adalah obat yang bekerja dengan cara meningkatkan produksi insulin dalam pankreas­, biasanya sulgoniluera diberi kepada penderita yang tidak dapat mengkonsumsi metformin, sulfoniluera juga sering di kombinasikan dengan metformin. namun perlu ketelitian dalam penggunaan obat ini karena jika ada kesalahan dalam penggunaan dapat meningkatkan resiko hipolikemia yang dikarenakan kelebihan insulin dalam tubuh. untuk efek samping juga ada seperti naik berat badan, mual, diare dan muntah.
  • Obat Pioglitazone adalah obat yang sering dikombinasikan dengan Metformin dan sulfoniluera atau keduanya pioglitazone berfungsi untuk memicu sel dalam tubuh untuk lebih sensitif terhadap insulin sehingga glukosa akan lebih banyak dipindahkan dari dalam darah. Efek samping pioglitazone dapat menyebabkan kenaikan berat badan dan pembengkakan pada pergelangan kaki. obat ini sangat tidak dianjurkan untuk penderita yang pernah mengalami gagal jantung dan bagi yang memiliki resiko patah tulang.
  • Gliptin adalah penghambat DPP-4 untuk mencegah pemecahan GLP-1. Gliptin digunakan untuk menghambat hormon (glucagon like peptide-1 ) GLP-1 adalah hormon yang bertugas dalam produksi insulin saat kadar glukosa darah tinggi. obat ini biasanya diberi bagi yang tidak dapat meminum obat yang disebutkan diatas tadi, obat ini juga cukup aman karena tidak menyebabkan hipoglikemia dan juga tidak menyebabkan naiknya berat badan penderita.
  • Nateglinede dan rapaglinide obat ini digunakan untuk merangsang prankeas untuk mengeluarkan insulin lebih banyak dalam aliran darah. Efek dari obat ini hanya bersifat sementara. Efek samping obat ini sama seperti obat lainnya kenaikan berat badan dan hipoglikemia.
  • Acarbose adalah obat yang digunakan untuk memperlambat pencernaan karbohidrat menjadi gula, ini biasanya untuk penderita yang mengalami peningkatan kadar gula darah yang begitu cepat setalah makan. Obat ini memiliki efeksamping diare dan kembung.
  • Agonis GlP-1 berfungsing sama seperti hormon GLP-1 alami, namun obat ini diberi dengan cara disuntik untuk merangsang produksi insulin pada saat glukosa dalam darah tinggi, dan obat ini tidak memiliki resiko hipoglikemia.
Terapi insulin juga dibutuhkan sebagai pendamping dalam pemberian obat-obatan diatas, karena biasanya obat oral kurang beraksi pada penderita, maka terapi insulin perlu diberikan kepada penderita.

Pantau Kadar Gula Darah Anda Secara Rutin


Pemantauan kadar gula darah perlu dilakukan secara rutin pada penderita diabetes mellitus tipe dua karena pemberian beberapa obat yang dapat menyebabkan resiko hipoglikemia atau kadar gula darah yang sangat rendah, umumnya penderita hipoglikemia akan merasa gelaja seperti lemas, gemetara dan lapar dan bahkan yang lebih parah dapat menyebabkan linglung mengantuk hingga hilang kesadaran dalam keadaan yang parah penderita diabetes harus segera diberi suntikan glukagon langsung pada otot atau vena, glukagon adalah hormon yang dapat meningkatkan kadar gula dalam darah dengan cepat. pada penderita ringan dapat diberi air gula atau tablet glukosa dan setelah itu mengkonsumsi makanan sumber karbohidrat lainnya.


Read More

Popular Posts